Kompetisi ini diselenggarakan dengan adanya kerjasama antara RRI Yogyakarta dengan AKYK (Angklung Kids Yogyakarta), yang diikuti oleh 36 tim, dengan 21 tim dari sekolah Tingkat TK dan 15 tim tingkat SD pada hari Sabtu, 11 Mei 2024 yang akan berlomba memperebutkan piala bergilir RRI Yogyakarta untuk Tingkat TK dan SD se-DIY. Dewan juri yang bertugas selama pelaksanaan lomba adalah Trisna Sidney, Ardian Syahrir Kandung, dan Radian Sugandi, serta Kepala RRI Yogyakarta Kepala Bagian Tata Usaha yakni Didik Hariadi.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yakni hari Sabtu-Minggu, 11-12 Mei 2024 dengan total peserta 64 tim yang dibagi dalam dua hari. Lomba ini diikuti oleh TK dan SD se-DIY dengan perolehan juara umum lomba angklung Tingkat SD pada hari minggu adalah SD Unggulan Aisyiyah Kretek sebagai juara 1, SDN Pendulan sebagai juara 2, dan SDN Bekalan sebagai juara 3.
Salah satu peserta lomba angklung se-DIY ini yakni SD IT Jabal Nur, Gamping Lor, Ambarketawang, Gamping Sleman, DIY. SD IT Jabal Nur mengikuti lomba tersebut pada hari Sabtu, 11 Mei 2024 dengan meraih juara 3 kategori best supporter.
Kegiatan ini baik untuk mewadahi kreativitas seni anak-anak, sekaligus mendorong, memotivasi anak untuk disiplin, melatih kerjasama dan sportivitas, ujar Didik Hariadi. Harapannya dengan adanya lomba ini anak-anak mendapatkan pengalaman bermain angklung dengan perlombaan dan mendapatkan hasil terbaik dan bangga atas jerih payahnya dalam meraih juara kompetensi angklung RRI Yogyakarta.
Kompetisi angklung ini diketuai langsung oleh Kepala RRI Yogyakarta Kepala Bagian Tata Usaha yakni Didik Hariadi dan tentu saja dengan bantuan serta kolaborasi dengan AKYK (Angklung Kids Yogyakarta).
“Selain untuk menilai seberaa jauh anak-anak menguasi angklung tentu ada harapan anak-anak mendapatkan hasil terbaik dan bangga atas jerih payahnya,” kata Siti Aminah Kepala Sekolah TK Negeri 2 Sleman.
“Acara ini telah menjadi wadah bagi pecinta seni angklung untuk menampilkan bakatnya yang luar biasa dan menginspirasi. Kompetisi ini tidak hanya merayakan keindahan music tradisional Indonesia, tetapi juga mendorong inovasi dalam penggunaan angklung sebagai alat ekspresi budaya yang unik dan berharga. Melalui kompetisi ini, kami telah menyaksikan keajaiban harmoni yang diciptakan oleh para peserta, yang tidak hanya menghibur tetapi juga memperkaya warisan budaya kita. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua peserta, juri, dan penonton yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. Semangat kompetisi ini menunjukkan betapa kuatnya kecintaan kita terhadap seni dan budaya kita sendiri. Semoga acara seperti ini terus memperkaya kehidupan budaya kita dan menginspirasi generasi mendatang.” Ucap tim Asistensi Mengajar 5 Universitas Muhammadiyah Magelang.
